write to us, don't be shy.
use the blog's commenting system. or the shoutbox.
or you can write something long via email: balonudara@gmail.com
we wish we could give you a real address. unfortunately, we live in our heads ;)
toodles!
31 December, 2007
22 December, 2007
Hujan
ini terinspirasi gara-gara hujan yang turun terus menerus...
Sayang,
Hari ini hujan turun lagi. Tetes-tetes airnya membahasi jalan. Genangan-genangan air mulai terbentuk. Daun-daun basah, dan dahan-dahan pohon membungkuk khidmat pada terpaan air.
Sayang,
Hari ini aku berdiri di tengah hujan. Menikmati dinginnya yang membahasi mukaku. Membiarkan airnya mengusir debu-debu yang singgah. Beningnya menyejukkan mataku, dan membuatku melihat lebih jelas.
Sayang,
Hari ini tanah basah. Retakkannya terisi oleh air. Panasnya disejukkan hujan. Bunyi air meredam, dan segala yang ada di tengah hujan terpisahkan oleh kubah bening yang tajam dan dingin.
Sayang,
Hari ini tidak ada pelangi. Aku duduk di atas bukit, dan menunggu, tapi dia tak kunjung tiba. Langit tetap hanya berwarna seperti air dan salju. Bias-bias sinar matahari yang berwarna-warni, malu dan bersembunyi.
Sayang,
Hari ini aku duduk sendiri. Menunggu dan menanti. Dirimu dan pelangi, namun keduanya tak kunjung menampakkan diri. Penghujung hari sudah akan tiba, dan mentari telah undur diri. Sayang, sepertinya malam ini aku akan sendiri. Lagi.
ps.gue tahu sih ini bukan cerpen, tapi gpp yaa...heheheh.
Sayang,
Hari ini hujan turun lagi. Tetes-tetes airnya membahasi jalan. Genangan-genangan air mulai terbentuk. Daun-daun basah, dan dahan-dahan pohon membungkuk khidmat pada terpaan air.
Sayang,
Hari ini aku berdiri di tengah hujan. Menikmati dinginnya yang membahasi mukaku. Membiarkan airnya mengusir debu-debu yang singgah. Beningnya menyejukkan mataku, dan membuatku melihat lebih jelas.
Sayang,
Hari ini tanah basah. Retakkannya terisi oleh air. Panasnya disejukkan hujan. Bunyi air meredam, dan segala yang ada di tengah hujan terpisahkan oleh kubah bening yang tajam dan dingin.
Sayang,
Hari ini tidak ada pelangi. Aku duduk di atas bukit, dan menunggu, tapi dia tak kunjung tiba. Langit tetap hanya berwarna seperti air dan salju. Bias-bias sinar matahari yang berwarna-warni, malu dan bersembunyi.
Sayang,
Hari ini aku duduk sendiri. Menunggu dan menanti. Dirimu dan pelangi, namun keduanya tak kunjung menampakkan diri. Penghujung hari sudah akan tiba, dan mentari telah undur diri. Sayang, sepertinya malam ini aku akan sendiri. Lagi.
ps.gue tahu sih ini bukan cerpen, tapi gpp yaa...heheheh.
Subscribe to:
Posts (Atom)